Bila Tuan Rindu Makassar!

0
76

Dua potong tulang rusuk sapi dengan daging tebal yang melekat padanya diletakkan di atas bara. Perlahan, dagingnya memerah saga, mengering, lalu mengeluarkan minyak hewani yang sangat wangi. Setiap kali minyak daging itu menetes menyentuh bara, terdengarlah suara “cresss” yang keras bersamaan dengan mengepulnya asap ke mana-mana. Tidak berapa lama kemudian, daging rusuk itu telah sampai di meja makan dengan kuah hitam yang penuh rempah dan aromatik.

Dua potong tulang rusuk sapi itu adalah untuk seporsi sup konro. Tentu Anda sudah mengerti maksud saya, bahwa ini adalah sup khas dari sumbangan pengetahuan orang Makassar. Dagingnya dipisahkan dari kuahnya, karena ia dipesan sebagai sup daging bakar.

Di Medan, kerinduan Anda pada sup ini dapat terobati di sebuah kedai terjepit di Jalan Candi Biara No. 2 Medan, Seberang Gedung Pengadilan Negeri Medan. Jalannya cukup sempit dan searah, sehingga pengemudi mobil harus berjuang mencari parkir bila ingin menunaikan makan siang di warung ini. Untunglah seorang tukang parkir tua telah mendedikasikan dirinya untuk mengatur sehela tempat parkir yang bisa digunakan di depan warung.IMG_20170524_143350

Namanya Warung “Bunda”, Masakan Khas Makassar. Selain konro, kita juga bisa memesan menu favorit lain yang sangat terkenal, coto makassar di warung ini. Pada jam makan siang, Anda perlu membawa serta kesabaran yang cukup untuk mendapatkan tempat duduk, sebab para pegawai pengadilan dan perkantoran sekitarnya bisa jadi tumplek dalam satu waktu.

Tidak banyak tempat kuliner di Medan yang menyajikan makanan khas Makassar. Di antara yang sedikit itu, Warung Bunda menyajikan versi yang orisinal dan membawa kita pada kenangan jauh tentang kota Anging Mamiri.IMG_20170524_143516

Tapi jangan heran, konro di sini bisa membuat Anda serasa berada di restoran, baik dalam pengertian citarasa maupun harganya. Seporsi konro Rp 45.000, Dan seporsi coto Rp 25.000. Pemilik warung tidak mau main-main dengan kualitas menunya sehingga mereka hanya menyajikan bahan daging terbaik. Tapi bila dibandingkan dengan lamb chop di hotel, harga itu masih murah bukan?

Tentu saja, selain kedua menu pokok itu, masih ada menu-menu pendukung atau cemilan lainnya. Tapi ingat, pada pukul 6 sore, warung ini mulai spekulatif, karena persediannya bisa jadi masih ada, bisa pula tidak. Ayo mengenang Makassar!

LEAVE A REPLY