Catatan Perjalanan Asean Celebrity Explore Quest Malaysia 2015, Amazing Perak

0
148

Hari keempat, pagi-pagi sekali seluruh partisipan Asean Explore Quest Malaysia 2015 berangkat ke Perak. Perjalanan ini ditempuh kurang lebih selama tiga jam. Perak adalah salah satu negara bagian favorit saya di Malaysia. Ibu kota negara bagian ini adalah Ipoh. Kotanya cantik. Tidak padat seperti Kuala Lumpur. Bangunan kolonial yang mayoritas bercat putih terjaga dengan baik. Jalan-jalannya luas, dan masih banyak hutan dengan latar belakang bukit-bukit karst (kapur). Salah satu bangunan tuanya seperti Ipoh Railways Station (setasiun kereta api Ipoh) mengingatkan saya akan setasiun kereta api tua peninggalan Belanda di Jawa. Konon menurut tour guide kami, Cik Danial, banyak orang super kaya Ipoh akhirnya hijrah ke Singapura untuk mengembangkan bisnis di sana. Aktris Michael Yeoh—mantan ratu kecantikan Malaysia dan pemeran salah satu gadis di film serial James Bond 007—juga berasal dari Ipoh.a13

Tempat pertama yang akan kami kunjungi selama di Perak adalah The Kandu di Gopeng. Gopeng adalah salah satu kota kecil di Perak. Tempat ini terkenal dengan wisata alam seperti gua Kandu dan gua Tempurung. Bagi yang suka dengan kegiatan adventure, gua ini merupakan situs yang menarik untuk dijelajahi. Sayangnya siang itu kami tidak ada program caving. Kami singgah di satu tempat yang biasa dipakai untuk wisata home stay.

a1Sesampainya di sana, rombongan sudah disambut dengan tarian pencak silat lokal. Gerakan anak-anak muda ini sungguh apik. Para selebriti Asean yang terdiri dari para model, TV host, aktris atau aktor, DJ, penyanyi, dan penulis lagu, segera saja mengabadikan mereka dalam frame go pro. Sayangnya tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. Apa boleh buat, beberapa aktivitas outdoor yang sudah diprogram panitia akhirnya dipindahkan dalam ruangan atau tenda.

Di tempat ini kami akan bermain bowling kampung bersama anak yatim piatu dari Darul Hikmah. Bowling kampung maksudnya adalah bermain bola bowling dengan memakai bola buah kelapa kering. Kami dibagi menjadi empat grup berdasarkan jumlah bus yang kami tumpangi. Saya dan Rami, teman travel agen dari Medan bergabung dengan rekan dari Philipina dan Malaysia. Ditambah beberapa budak kecil dari daerah setempat. Tugas kami adalah harus menjatuhkan botol-botol air mineral yang disusun sedemikian rupa dengan bola kelapa kering.a3

Ternyata bowling kampung ini bukan perkara mudah. Dengan kondisi lapangan yang berlumpur dan basah, tidak gampang buat kami untuk menjatuhkan botol-botol air. Setelah gagal berkali-kali akhirnya grup kami punya jagoan juga. Rami dan seorang anak dari Gopeng menyelamatkan muka kami dengan mencetak skor beberapa kali. Harus diakui, permainan ini sungguh seru. Diam-diam saya mengagumi cara orang kampung di sini dalam menghibur diri dengan bahan lokal yang ada.

a5Setelah selesai dengan permainan bowling kampung yang memompa semangat ini, kami diajak bertanding meniup balon hingga pecah di wajah. Kali ini tantangannya jauh lebih mudah. Namun tidak dianjurkan bagi orang yang punya phobia balon pecah. Setelah itu lanjut mencari permen dalam sepiring tepung yang penuh tepung. Kalau yang ini sih aksinya rada mirip badut.

Setelah panitia menjumlahkan seluruh skor dari tiga pertandingan ini, maka selanjutnya pengumuman para pemenang. Hadiahnya sekeranjang aneka coklat dan makanan ringan. Grup kami termasuk menjadi pemenang ketiga. Dengan kesadaran sendiri semua hadiah bagi para pemenang disumbangkan buat anak-anak yatim piatu dari Darul Hikmah yang terlibat dalam acara siang itu. Setelah itu semua pihak makan siang bersama dengan menu masakan lokal.a7

Sore harinya rombongan bergerak check in menuju Weil Hotel Ipoh. Hotel bintang empat ini tergolong cukup baru. Keistimewaannya adalah bangunan hotel menyatu dengan mall yang cukup besar. Fakta ini membuat hiburan tersendiri bagi para partisipan yang tidak sempat belanja di Kuala Lumpur. Saya sendiri sangat bergembira mendapat kamar dengan view yang luar biasa ke arah bukit-bukit karst (kapur).

Kami tidak sempat berlama-lama menikmati fasilitas hotel. Selepas maghrib, bus kami sudah harus kembali menuju The Kandu, Gopeng untuk mengikuti prosesi acara mock wedding alias perkawinan pura-pura. Dalam program ini pihak Tourism Malaysia ingin memberikan pengalaman pada para partisipan tentang bagaimana prosesi perkawinan adat Melayu dilaksanakan. Untuk itu diperlukan relawan dari kami yang akan dijadikan pasangan pengantin “palsu”. Akhirnya terpilih pasangan Ho Vinh Khoa, seorang aktor dan penyanyi dari Vietnam dan Namfon, penyanyi dan model dari Laos.

Pasangan ini terlebih dahulu sudah didandani di salah satu rumah penduduk. Setelah undangan bersiap di dalam ruangan maka, pasangan pengantin pun tiba. Disambut dengan alunan rentak rebana dan pencak silat, pasangan pengantin baru yang berbahagia ini pun diarak menuju panggung dengan mahligai kursi pengantin.

a2Setelah itu satu per satu undangan yang terhormat bersiap memberikan tepung tawar bagi pengantin baru ini. Semalam suntuk para undangan dan pengantin baru dihibur dengan aneka tarian dan alunan lagu Melayu dari Perak. Malam itu untuk pertama kalinya saya bisa menikmati nasi minyak ala Perak. Nasi minyak adalah beras jenis basmathi yang dimasak dengan menggunakan susu cair, minyak sapi, minyak goreng, kismis, dan aneka rempah ala India atau Arab. Selain itu nasi ini juga diberi pewarna seperti merah, kuning, hijau. Rasanya gurih dan beraroma kuat. Disantap bersama lauk lain seperti rendang daging dan acar.

Menjelang tengah malam acara pun berakhir. Malam ini saya yakin semua partisipan tidur nyenyak di kamarnya. Esok satu program yang tak kalah seru dan menguras stamina sudah menanti kami.a8

Hari kelima rombongan kami dipecah jadi dua grup. Grup pertama akan mengikuti acara rafting di River Bug, Gopeng. Di tempat ini mereka akan mengikuti white water rafting dan waterfall absailing. Rombongan yang kedua akan berangkat ke Ipoh Xtreme Park.

Tim Indonesia yang terdiri dari tujuh orang dari Jakarta dan dua orang dari Medan memilih aktivitas di Ipoh Xtreme Park.a6

Ipoh Xtreme Park adalah tempat permainan outdoor yang cukup lengkap dan menyenangkan. Berada di tengah-tengah alam yang sejuk, serta oksigen melimpah di mana-mana. Ada beberapa aktivitas permainan yang tersedia di tempat ini. Misalnya, paintball, driving range, sepatu roda, panahan, go car, motor mini, dan sebagainya.

a4Di tempat ini kami dibagi menjadi lima orang dalam satu tim. Tiap tim diharuskan menyelesaikan rangkaian tantangan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Tantangannya adalah sebagai berikut: driving range lima bola golf yang harus melewati pembatas, memasukan lima bola dalam keranjang sepeda yang dikayuh membentuk angka delapan, lima anak panah yang harus tepat sasaran, menembak lima objek botol air dalam target, dan balapan mobil go car.

Saya dan Rami satu tim dengan rekan-rekan dari Malaysia. Dari semua tantangan permainan ini, yang paling sulit adalah main golf dan menembak. Kami menghabiskan banyak waktu terutama dalam tantangan menembak. Saya hanya bisa menembak satu sasaran dari lima botol air yang ada. Kami hampir putus asa. Untungnya Nisa, rekan jurnalis dari Malaysia akhirnya bisa menjatuhkan botol air yang tersisa hingga kami bisa menuju tantangan yang lain. Yang paling menyenangkan—khususnya bagi saya—tentu saja adalah memanah. Ini bagian favorit saya. Kami segera bisa menyelesaikan tantangan ini.a11

Akhirnya pertandingan pun usai. Walau tim kami tidak mendapat gelar juara, namun semua orang bahagia. Kaus semua peserta terlihat basah kuyup karena keringat. Pengelola Ipoh Xtreme Park sangat bermurah hati menyediakan kami aneka minuman dingin, bingkisan buat para pemenang dan peserta, serta mencoba semua jenis permainan setelah selesai pertandingan. Ini adalah tempat yang amat saya rekomendasikan untuk wisata keluarga di Ipoh.

Malam terakhir di Ipoh ini terasa sungguh spesial. Kami dijamu makan malam yang nikmat secara khusus di kantor Tourism Perak oleh Exco Pelancongan Perak YB Dato Nolee Ashilin. Beliau adalah seorang wanita pejabat negara yang masih muda dan enerjik. Dia juga terlihat sangat cerdas dalam menyampaikan dan memperkenalkan aneka destinasi di Perak serta jiwa dari rakyat Perak sebagai atraksi utama buat para pendatang. Saya yakin industri pariwisata Perak punya masa depan yang cerah bersamanya.

 

Bersambung…

SHARE
Previous articleCatatan Perjalanan Asean Celebrity Explore Quest Malaysia 2015
Next articleAyo ke Medan, Sekarang Musim Durian!
Menamatkan studi dari STIK Pembangunan Medan, Wirastuti kemudian menekuni kegiatan kepenulisan, baik dalam bidang riset dan praktisi kewartawanan. Ia juga melibatkan diri dalam kegiatan industri pariwisata dan tetap menulis di sela-sela kesibukan bisnis dan ibu rumah tangga. Kesukaannya melakukan perjalanan didorong rasa ingin tahu yang kuat pada kebudayaan dan lingkungan yang berbeda. Wiras menaruh minat pada filsafat dan cara hidup tiap bangsa, dan senang belajar dari kebijaksanaan mereka. Laporan-laporan perjalanan yang ia tulis mencerminkan empatinya pada hal-hal baru yang ditemukannya.

LEAVE A REPLY