Eksotisme Pulau Berhala di Antara Rebutan Satwa-satwa

0
720

Berhala 3Di atas sana, ratusan cikalang melayang mengikuti aliran panas udara. Suasananya mirip seperti di Teluk Jakarta di mana atraksi burung-burung sudah menjadi tontonan pengamat burung di Pulau Rambut. Meskipun jumlah burung bermigrasi itu di sini lebih riuh, hanya nelayan Melayulah yang memperhatikan itu sebagai tanda banyaknya ikan. Kita telah berada di Pulau Berhala. Pulau nan indah di Selat Malaka yang dihuni satwa-satwa.

Dermaga Tanjung Beringin tempat menuju boat ke pulau Berhala.
Dermaga Tanjung Beringin, tangkahan boat ke Pulau Berhala.

Sabtu, 16 Nopember 2014 yang lalu, sebuah drone berkamera gopro mengelilingi Pulau Berhala. Keempat baling-balingnya berputar kencang mengikuti arahan remote control di bawah sana. Video berdurasi setengah jam nanti akan dijadikan promosi Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pulau Berhala menjadi salah satu destinasi wisata paling diandalkan di kabupaten bermoto “Tanah Bertuah, Negeri Beradat” ini.

Beberapa saat sampai ke pulau Berhala menggunakan boat.
Beberapa saat sebelum sampai ke Pulau Berhala.

Pulau Berhala tidak asing lagi di telinga para pelancong. Dari Kota Medan, inilah pulau yang relatif mudah dijangkau jika dibandingkan dengan destinasi yang lain, semisal Pulau Salahnamo dan Pulau Pandang di Kabupaten Batubara. Ke utara Pulau Sumatera, ada pesona Pulau Rubiah dan Weh, atau ke barat ada atraksi Pulau Nias yang menggoda. Di samping biaya perjalanan ke Pulau Berhala yang lebih terjangkau khalayak ramai, pulau terluar di bagian timur Sumatera Utara ini juga bisa dinikmati dalam waktu singkat, yakni dua hari satu malam, layaknya paket yang sering ditawarkan travel agent untuk weekend.

Bagi wisatawan umum, daya pikat pulau seluas 2,5 km­­­2 ini adalah pantai dan lautnya yang bersih dengan nuansa yang jauh dari hiruk-pikuk kegiatan manusia. Selain itu, penangkaran penyu dan kegiatan pengamatan menelur induk penyu menjadi suguhan dalam bentuk lain. Cukupkah sampai di situ?

Lokasi pendaratan penyu di pulau Berhala.
Lokasi pendaratan penyu di Pulau Berhala.

Kita boleh mengingat kayanya Kepulauan Galapagos di Ekuador dalam hal keanekaragaman hayati. Charles Darwin memulai teori evolusinya yang terkenal di sekolah-sekolah dari ketertarikannya terhadap kehidupan fauna di pulau itu. Pada prinsipnya setiap pulau memiliki potret yang unik. Termasuk Pulau Berhala yang seolah-olah diperebutkan oleh satwa-satwa itu. Kayaknya kita perlu kacamata khusus untuk melihat ini.

Pulau Berhala ibarat oase di tanah gurun yang luas. Tapi ini sedikit terbalik. Jika di gurun, airlah yang menjadi rebutan makhluk hidup, maka di pulau yang diapit dua pulau kecil (Sokong Nenek dan Sokong Kakek) ini, daratanlah yang menjadi daya tariknya. Berhala adalah rumah bagi satwa-satwa di sekeliling lautan Selat Malaka yang luas. Mereka meninggali pulau itu untuk beristirahat dan berbiak.

Salah satu yang menyinggahi pulau ini secara rutin adalah kelompok Testudines. Jika enam dari tujuh jenis penyu di dunia melintasi Selat Malaka, maka pulau yang dijaga ketat pasukan marinir TNI AL ini sangat potensial menjadi pendaratan penyu. Sejauh ini belum ada penelitian yang baik tentang jenis-jenis keberadaan penyu yang bertelur. Penangkaran penyu sudah ada tapi penangkaran ini belum dianggap penting kecuali untuk tujuan wisata. Hama telur penyu tergolong minim, tidak seperti di pantai pesisir darat yang selalu terancam dibongkar babi, biawak dan manusia. Di sini musuh alaminya adalah biawak. Penetasan telur penyu buatan juga mesti banyak pertimbangan. Perubahan suhu pada saat penetasan bisa mempengaruhi persentase jenis kelamin tukik-tukik yang menetas. Penangkaran alami cukup baik untuk dipertimbangkan.

Pulau BerhalaElang laut (Haliaeetus leucogaster) terbang melintasi parabola punggungan Pulau Berhala. Di atas sana, ranting-ranting terkumpul di pohon yang tinggi. Itulah sarang elang. Bagi elang laut, pulau ini dijadikan tempat berbiak (nesting area), sama halnya dengan penyu. Begitu juga dengan jenis yang lain seperti burung pergam laut yang ramai terlihat. Di daratan luas, aneka burung ini jarang terpantau.

Pendakian ke punggungan pulau Berhala melewati sekitar 800 anak tangga.
Pendakian ke punggungan Pulau Berhala melewati sekitar 800 anak tangga.

Dalam pergaulan pemerhati keanekaragaman, satwa-satwa yang berbiak di Pulau Berhala akan digolongkan sebagai satwa lokal, penetap atau residen. Sedangkan satwa pendatang yang hanya singgah di sini tanpa berbiak, bisa digolongkan ke dalam satwa pendatang atau migran. Kelompok ini hanya menumpang istirahat dan mencari makan saja. Sedangkan lokasi reproduksinya dianggap sebagai daerah asalnya. Biasanya mereka datang dari daerah yang memiliki iklim ekstrim, semisal dari belahan bumi utara atau  selatan, bergantung jenisnya.

Halihi
Anakan elang-alap nipon (Accipiter jugularis) di Pulau Berhala.

Elang-alap Nipon (Accipiter gularis) juga terpantau menyinggahi Pulau Berhala, begitu juga dengan elang lain. Jenis ini adalah penjelajah dunia dari belahan bumi utara yang bermigrasi untuk mencari makanan. Ratusan cikalang melayang di udara, tapi belum diketahui jenisnya yang mana dari tiga jenis penghuni Sunda Besar. Jika itu adalah cikalang christmas, maka pulau ini sangat penting bagi konservasi burung secara internasional–juga potensial untuk tujuan wisata minat khusus.

Tukik penyu hijau (Chelonia mydas) di pulau Berhala dilepas kembali ke alam bebas.
Tukik penyu hijau (Chelonia mydas) di Pulau Berhala dilepas kembali ke alam bebas.

Dalam hal pengamatan burung (birding) yang sudah mulai digemari–khususnya sangat berkembang pesat di Jawa–pulau ini tidak kalah cocok untuk kegiatan berbau konservasi itu. Tepat di punggungan pulau berdiri menara mercusuar sebagai pemandu kapal-kapal di lautan. Dari sana kita bisa memandang lebih luas pulau dan memiliki ketinggian pandangan yang sama dengan burung-burung penghuni pulau itu. Dengan demikian suasana alam terasa lebih dekat dan nyaman.

Sedangkan ikan-ikan karang dan perairan dangkal, di kisaran pulau ini menjadi tempat pemijahan bagi telur-telur mereka. Ada banyak ikan jenis karang dan penghuni dasar laut seperti ikan kerapu yang mudah ditangkap dengan tembak selam di sekitar pulau. Kita dapat melihat bagaimana penembak ikan mendaratkan dua ekor kerapu raksasa untuk dibakar pada acara barbeque bersama rekan wisata mereka.

Pengunjung umum biasanya tidak melihat Pulau Berhala melalui kacamata khusus. Mereka mungkin lebih menikmati suasana pantai dan tepian perairan dangkal yang penuh ikan-ikan. Kadang-kadang ikut mengamati penyu bertelur yang mungkin mengganggu kenyamanan penyu itu sendiri. Enak di awak tak enak di penyu. Pengamatan ini seharusnya diatur sedemikian rupa dengan memperhatikan kenyamanan penyu.

Dua ikan kerapu hasil menembak saat snorkeling di pulau Berhala.
Dua ikan kerapu hasil menembak saat snorkeling di Pulau Berhala.

Pulau Berhala relatif mudah dijangkau dari Kota Medan. Pertama, pengunjung berangkat ke Kota Sei Rampah, Ibukota Kabupaten Serdang Bedagai dengan jarak tempuh sekitar dua jam menggunakan bus atau mobil. Kemudian melanjutkannya ke Dermaga TPI Tanjung Beringin. Dari sana, naik boat sekitar empat jam perjalanan menuju Pulau Berhala. Perjalanan boat akan melintasi sungai, muara dan laut lepas hingga menuju pulau.

Nah, apakah Anda tertarik menyinggahi Pulau Berhala dengan cara yang berbeda? Kita boleh membawa teropong binokuler dan membawa buku-buku tentang satwa. Silakan temukan burung migran yang membawa cincin penanda. Atau herping (jalan malam) mengintip penyu yang bertelur tanpa mengusik penyu itu sendiri. Malamnya boleh memanggang kerapu jika snorkeling kita beruntung mendaratkan ikan-ikan.

 

Senja di perjalanan pulang dari pulau Berhala ke Serdangbedagai.
Senja di perjalanan pulang dari Pulau Berhala ke Serdang Bedagai.

(Teks dan foto oleh Akhmad Junaedi Siregar)

 

LEAVE A REPLY