Konser Hermann Delago di Samosir: Lima Ribuan Rakyat Banjiri Tuktuk Open Stage

9
1584
hermann.jpg
Foto: Thomas Bohm

Lebih dari 5.000 warga Samosir yang berbaur dengan para pendatang membanjiri lokasi Tuktuk Open Stage, Samosir, 23 Agustus 2014 malam, di mana Hermann Delago bersama sekitar 80-an musisi orchestra asal Austria tampil memainkan kolaborasi lagu-lagu Batak dan Eropa sebagai bagian dari tur musik Austrian Tobatak Orchestra ke Sumatera Utara.

Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Sumut, Maruli Damanik, yang hadir pada malam itu, mengaku, kemeriahan pertunjukan ini jauh melampaui capaian seluruh event Pesta Danau Toba yang biasanya menelan biaya puluhan miliar. “Saya sudah cukup lama berkecimpung di industri pariwisata ini, tapi baru tadi malam saya melihat fenomena yang sangat luar biasa dalam event Hermann Delago & Austrian Tobatak Orchestra sebagai pesta rakyat sejati! Sambutan masyarakat jauh melampaui event Pesta Danau Toba yang menghabiskan anggaran bermiliar-miliar,” ungkapnya.

Acara pertunjukan dimulai pukul 20.00 hingga berakhir tepat pukul 24.00. Sepanjang pertunjukan yang interaktif itu, rakyat turut menari (manortor) mengikuti lagu-lagu yang dibawakan grup orchestra pimpinan Hermann Delago itu. Sebelum pertunjukan ini, para musisi Austria telah melakukan parade march di Samosir untuk menarik perhatian warga, apalagi konser mereka di indoor Tiara Convention Centre Medan 20 Agustus sebelumnya telah mendapat publikasi yang bagus dan memancing minat kalangan luas untuk menonton konser berikutnya yang sudah terjadwal di Samosir.

Konser di Samosir didukung oleh Pemkab Samosir yang telah menggratiskan pertunjukan ini bagi rakyatnya. Selain itu, berbagai pihak yang berkaitan dengan industri pariwisata lokal juga berpartisipasi dalam kegiatan yang langka ini. Tidak mengherankan, meskipun dari pagi hingga sore hari Pulau Samosir dibasahi hujan, namun animo masyarakat tidak surut. Cuaca baru berubah pukul 19.00 saat konser akan dimulai. Tiba-tiba hujan berhenti dan malam menjadi dingin berangin. Warga berdatangan dari berbagai tempat.

Ketika Za Zabi Band membuka pertunjukan, khalayak pun histeria berjoget. Suspens semakin meninggi ketika Hermann Delago & Austrian Tobatak Orchestra memasuki stage. Acara puncak ini diwarnai dengan para musisi yang sudah dikenal baik oleh masyarakat Batak, seperti Viky Sianipar, Tongam Sirait, dan Retta Sitorus.

“Saya sendiri spontan larut dengan suasana itu. Saya tinggalkan kursi VIP yang disediakan panitia untuk saya, dan ikut manortor bersama ribuan warga lain,” ungkap Maruli Damanik.

Pertunjukan ditutup dengan penampilan enerjik Marsada Band. Cuaca dingin di Samosir pun berubah hangat. Sebagai kejutan akhir, Hermann Delago kembali naik ke panggung dan berduet menyanyikan sebuah lagu sebagai ungkapan selamat berpisah kepada rakyat Samosir mewakili rombongan yang ia bawa dari negerinya Austria.

Henry Manik selaku project manager acara ini menyampaikan rasa gembiranya, karena setting dan skenario yang mereka tetapkan ternyata mengena di hati para pengunjung. “Ini merupakan pertunjukan yang berhasil. Ukurannya adalah antusiasme pengunjung. Secara teknis, kita juga tidak menghadapi kendala yang berarti. Pertunjukan di open stage sesungguhnya lebih menantang dan memberikan pressure yang lebih tinggi, tapi kita bisa melakukannya. Semoga pekerjaan kami ini bermanfaat bagi pariwisata daerah ini dan memberikan dampak yang baik bagi rakyat Samosir,” tuturnya.

Dari Samosir, grup Austrian Tobatak Orchestra dijadwalkan akan bertolak kembali ke Austria. Dengan demikian perjalanan musik mereka selama empat hari di Sumatera Utara telah selesai.

(Tikwan Raya Siregar)

9 COMMENTS

  1. benar2 pertunjukan yg amat memukau ! semoga memberikan dampak besar bagi kemajuan kapariwisataan serta minambah minat kita semua u mencintai seni dan budaya batak..khususnya kaum muda..mallasak lah acara yg di medan dan samosir..horas !

LEAVE A REPLY