Larut dalam Seni Teknologi PALMEX Indonesia 2016

0
86

Selalu gembira rasanya mengunjungi pameran tahunan ini. Berkeliling booth, menyaksikan teknologi-teknologi pertanian tercanggih, serta mengelus langsung peralatan-peralatan aplikatif untuk mempermudah dan meningkatkan presisi kerja. Atau sekadar menghayati bagaimana para insinyur itu membentuk berbagai disain alat sejak dari penggerak hingga kinerja akhirnya. Semua itu dilakukan dengan kerajinan olah metalurgi, mekanika, dan pemanfaatan berbagai struktur plastik yang indah dan fungsional. Bagi saya, seluruh peralatan yang dipamerkan di sini adalah suatu cara berpikir. Sesuatu yang pada awalnya adalah imajinasi, kemudian diwujudkan menjadi sesuatu yang teknis dan mudah. Tidak salah lagi, ini adalah karya seni tulen dengan makna yang berbeda dari cabang-cabang kesenian pada umumnya, yang tujuannya untuk memudahkan kerja manusia.

Bagi saya, para insinyur itu adalah para seniman tulen!

palmex-pameran-4Kesempatan ini selalu saya temukan saban tahun di Palm Exhibition (PALMEX) Indonesia. Untuk tahun 2016 ini, pameran industri minyak sawit terbesar se-Asia Tenggara itu kembali dilaksanakan di kota kami tercinta, Medan, Sumatera Utara. Dibuka secara resmi oleh Walikota Medan, HT Dzulmi Eldin, PALMEX Indonesia 2016 berlangsung selama tiga hari (4-6 Oktober 2016) di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention Centre Medan.

Susan Tricia, Managing Director PT Fireworks Indonesia, selaku penyelenggara pameran ini mengatakan, PALMEX Indonesia 2016 merupakan ajang kedelapan kalinya mereka menggelar eksibisi ini di Medan. Dia mengatakan, Kota Medan merupakan ibukota dari provinsi yang memiliki pusat industri kelapa sawit termaju di Indonesia, mulai dari perkebunan, pabrik pengolahan, dan perdagangan hasil-hasil kebun. “Untuk itu, kami selalu merasa bahwa Kota Medan adalah lokasi yang paling tepat untuk pameran ini. Dengan pameran ini, kami juga bermaksud menjadikan kota ini sebagai pusat referensi tercanggih bagi industri hulu, hilir sampai industri pendukung perkebunan lainnya,” kata Susan dalam sambutannya membuka pameran di hari pertama.

palmex-pameran-1 palmex-pameran-2 palmex-pameran-3 palmex-pameran-5Seusai mengikuti seremoni singkat pembukaan, kami langsung mengambil kesempatan menikmati booth demi booth. Saya sendiri langsung larut dalam petualangan mesin demi mesin, hingga alat-alat sederhana yang bisa saya beli dan saya gunakan langsung di kebun kecil saya di rumah. Beberapa alat dapat dibeli dengan harga lebih murah selama pameran ini, dan sebagian belum beredar di toko-toko ritel. Dengan teknologi metalurgi yang lebih baik, saya merasa beruntung bisa memiliki sejumlah alat kerja yang tidak mungkin saya temukan di pasar-pasar biasa. Sayang sekali, kerajinan rakyat kita tidak berkembang baik dalam hal ini. Mereka stagnan dalam rekayasa struktur logam untuk berbagai keperluan desa, malah sebagian kualitasnya menurun. Padahal kita tahu dalam sejarah bahwa nenek moyang kita punya kemampuan yang sangat “sakti” dalam membuat keris, pedang, cangkul, dan berbagai peralatan lainnya yang berbasis logam. Tentu saja itu semua menjadi indikator bahwa bangsa kita pernah memiliki kedigdayaan dalam hal pengetahuan tentang logam dan pemanfaatannya.

Tapi, sudahlah!

Saat ini tak boleh ada yang mengacaukan konsentrasi saya pada mesin-mesin ini. Saya sengaja membawa anak bungsu saya, usia 5 tahun, dan rupanya dia bertanya terlalu banyak tentang ini dan itu, karena semua peralatan itu terasa asing baginya. Diperlukan teknik penjelasan yang sederhana untuk seorang anak dalam memahami mesin-mesin. Dengan kesederhanaan pikirannya, anak-anak secara mengejutkan dapat mencerna kinerja mesin itu, tapi mereka pusing dengan fungsi dan manfaatnya. Cara kerja mesin memang harus dipahami dengan logika yang sederhana, tapi fungsi dan aplikasinyalah yang rumit.

Masalah lainnya, anak-anak belum tahu bahaya. Kadang ia tergoda begitu saja hendak memasukkan jarinya ke putaran mesin. Baginya, benda yang berputar-putar itu seperti mainan yang lucu. Kalau bukan mainan, berarti itu membosankan baginya. Jadi, seluruh mesin di pameran itu adalah mainan belaka dalam otaknya. Tidak lebih!

Saya selamat dari kesibukan si kecil ketika ada booth yang menyediakan gift untuk para pengunjungnya. Suvenir itu langsung mencuri perhatiannya, dan ia kemudian sibuk dengan mengutak-atik goodies bag itu. “Ini punya saya!” katanya sambil mendekapnya ke dada, dan saya pun bisa kembali fokus pada mesin-mesin tanpa banyak gangguan lagi.

Para penjaga booth, bersedia menjelaskan cara kerja alat mereka dengan sabar dan rinci. Anda tidak perlu menjadi seorang insinyur dahulu untuk memahami “lautan” mesin ini. Pertama kita harus tahu prinsip kerja dasarnya lebih dahulu. Dalam setiap rangkaian mesin, ada penggerak (motor), yang sumber energinya bisa dari listrik atau BBM. Mesin penggerak ini akan menimbulkan putaran atau panas (boiler) yang seterusnya dihubungkan dengan disain berbagai aplikasi sesuai produk yang diinginkan. Apakah membentuk (pola), meleburkan, memisahkan, sortir, mengupas, menggiling, mencincang, dan seterusnya. Tentu untuk PALMEX Indonesia ini, kebanyakan aplikasinya berkaitan dengan pengolahan buah sawit dan proses pekerjaan di perkebunan.

Pada booth lain, terdapat visualisasi proses pengolahan dengan prinsip pengendapan minyak sawit sehingga menghasilkan berbagai varian produk seperti minyak goreng, sabun, kosmetik, dan lain-lain. Tahun lalu kami mendapatkan sabun-sabun sebagai contoh produk jadi dari Musim Mas. Tahun ini ternyata kurang beruntung.

Ada juga booth yang hanya memamerkan teknik dan alat penyambungan pipa dan aneka sparepart lainnya. Tampaknya alat-alat ini sepele, tapi dalam cara kerja mesin, mulai dari proses putaran hingga distribusi energinya, tidak ada yang bisa dianggap sepele. Semua bagian sangat penting karena fungsinya yang otonom. Satu hal bermasalah, rangkaian lainnya bisa ketimpa masalah. Dan para insinyur yang bertugas untuk mengoperasikan dan me-maintenance mesin bisa pusing dibuatnya. Semua ini akan kontak pula ke bagian finance, karena belanja mesin dan sparepart tidak pernah murah. Bagian produksi juga bisa kena semprot atasannya yang sedang mengejar kuota penjualan produk, karena kerusakan mesin bisa memerlukan waktu yang lama, mulai dari analisa kerusakan hingga instalasi suku cadang yang baru. Akhirnya, satu masalah di bagian mesin bisa merepotkan semuanya.

palmex-walikota-1
Walikota Medan, HT Dzulmi Eldin, menyempatkan diri meninjau dan berpose di backdrop PALMEX Indonesia 2016 di Medan.

palmex-walikota-1 Pada bagian yang cukup santai dari ruang pameran ini, kita bisa menemukan booth dengan koleksi  peralatan sederhana (single unit) seperti tangki penyemprot hama, perlengkapan keselamatan kerja, kereta sorong, alat bor tanah, dan seterusnya.

Dalam ruangan pameran, para teknisi dari pihak buyers (purchasers) tampak sibuk melakukan uji coba ringan dan penawaran bisnis dengan para suppliers. Mereka membicarakan harga dan instalasi ke lokasi, begitu juga menyangkut maintenance (pemeliharaan) setelah pembelian. Tidak kurang dari Rp 65 miliar atau sekitar US$ 5 juta nilai transaksi selalu tercipta setiap tahun dari pameran ini.

Tahun ini, para buyers dan pengunjung dimanjakan dengan kehadiran 150 suppliers (seller) yang berasal dari 10 negara. Tidak kurang dari beberapa brand seperti Brevini, Karcher, Bosch, WM Welding, Krisbow, Nilfisk, Pepperl+Fuchs, Takuma Boiler, Hyundai Heavy Industries, Fuji Electric, LS, LG, GE dan Flowserve, berlomba-lomba menawarkan berbagai pilihan teknologi, produk serta solusi terbaru yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pabrik kelapa sawit (PKS).

Di samping itu, berbagai perusahaan besar seperti  PT Prima Internusa Perkasa, PT Traglopindo Utama, PT Putra Otto Mandiri, PT Heriwel Bintang Sejahtera, PT Sampoerna Agro Tbk, PT Smart Tbk, PP London Sumatera, Asian Agri, PT Socfin Indonesia, PT Jebsen & Jessen Technology,  memperlihatkan bagaimana mereka mengoperasikan teknologi perkebunannya masing-masing dan menghasilkan produk dari proses itu.  PT Prima Internusa Perkasa secara khusus memamerkan mesin screw press kelapa sawit yang berfungsi untuk memeras berondolan yang telah dicincang, dilumat dan di-gester untuk mendapatkan minyak kasar secara efektif dan efisien untuk meningkatkan produksi pabrik dan lebih ramah lingkungan.

Animo industri kelapa sawit untuk mengikuti pameran ini kembali meningkat setelah mengalami berbagai krisis sebelumnya. Beberapa perusahaan besar lainnya seperti Bakrie Sumatra Plantation, Musim Mas, Astra Agro Lestari dan PTPN menyatakan akan hadir dalam pameran ini. Para engineer dan purchaser  telah menjadikan PALMEX Indonesia di Medan sebagai ajang meng-update wawasan mereka terhadap teknologi perkebunan kelapa sawit terbaru, dan memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk mempertimbangkan pergantian mesin-mesin lama demi meningkatkan kinerja dan produktivitas kebun mereka.

Untuk kepentingan itu, maka selain pameran produk dan teknologi, PALMEX Indonesia juga memiliki program konferensi internasional yang dinamakan dengan Indonesia International Palm Oil Conference (IIPO). Konferensi ini menghadirkan para pembicara kunci dari dalam maupun luar negeri. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Driving the Future of The World’s Largest Palm Oil Industry A Head!”

 

LEAVE A REPLY