Mampukah TNBT Menjadi Taman Khusus Harimau Sumatera?

0
149

Famtrip Disparekraf Riau 2015 – Bagian 1 

Belakangan ini hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) nampak sepi. Akses jalan masuknya dari Simpang Granit semakin jarang dilewati pengunjung. Sebelumnya penikmat alam berlalu lalang ke Camp Granit untuk menikmati beberapa atraksi wisata langganan yang kadung sudah digemari masyarakat.

Jalan masuk dari jalan lintas timur ke dalam TNBT sepanjang 12 km terkesan tidak terurus. Seolah-olah tidak ada tujuan pengunjung di dalam hutan sana. Kendaraan dengan roda 4WD-lah yang bisa melintas ke dalam, tentunya bisa untuk semua jenis roda dua. Ilalang, herba dan ujung-ujung tajuk pepohonan tropis merangkul jalan tanah di sepanjang jalan sehingga akses ke mari sudah lebih banyak dilalui satwa-satwa ketimbang manusia.

DSC_0039
Fasilitas di Camp Granit.

Tapi keadaan ini bukan berarti tidak ada perhatian dari TNBT sendiri. Ini justru adalah strategi baru TNBT untuk menciptakan sesuatu yang tak biasa. Balai taman nasional menginginkan lebih dari apa yang terlihat dari kacamata masyarakat biasa. TNBT berharap dapat mewujudkan sebuah destinasi khusus yang pertama dan terdepan di Sumatera. Yang kita maksud adalah taman khusus harimau Sumatera. Anda nanti bisa berkunjung dan melihat langsung satwa kharismatik di habitat aslinya.

Ini kelihatan seperti fantasi saja. Dari penelitian yang sudah ada, TNBT memang adalah habitat yang paling disukai harimau Sumatera yang berarti taman nasional yang diapit Provinsi Riau dan Jambi ini memiliki kepadatan populasi harimau Sumatera tertinggi di dunia. Penelitian terbaru dari Yayasan Penyelamatan dan Konservasi Harimau Sumatera (PKHS) menunjukkan bahwa sedikitnya ada 20 ekor harimau liar yang mendiami taman nasional ini dengan asumsi jumlah maksimalnya 43 individu.

DSC_0012

Oleh karena program yang sudah berjalan ini, frequensi pengunjung ke Camp Granit TNBT mulai berkurang secara otomatis. Jalan yang hancur lebur telah menjadi palang utama yang menghalangi niat penikmat wisata. Program ini kelihatan berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan kebanyakan pelaku wisata yang gembar gembor menuntut fasilitas nomor wahid. Mengurangi pengunjung dan menutup akses masuk adalah seperti menjadi tembok tebal bagi tolok ukur keberhasilan destinasi wisata.

Tapi tingginya jumlah pengunjung tidak selalu menunjukkan keberhasilan pariwisata. Sudah banyak yang kita lihat bahwa pengunjung juga bisa menjadi bumerang keberlangsungan destinasi wisata. Obyek wisata bisa rusak karena pengunjung. Taman nasional adalah salah satu benteng terakhir konservasi nuftah liar. TNBT jadi sangat penting ketika kita melihat bagaimana Riau porak-poranda dilalap api.

Jalur trek hiking dan destinasi menarik lain di Camp Granit.
Jalur trek hiking dan destinasi menarik lain di Camp Granit.

Harimau Sumatera adalah salah satu satwa kunci nan kharismatik di TNBT. Kucing besar ini duduk di atas rantai makanan. Di piramida manapun, yang paling atas adalah minoritas tapi menentukan, mengendalikan dan berkuasa. Harimau adalah raja hutan. Dia berjalan di punggungan bukit di mana satwa lain juga membutuhkan jalan itu. Semua pengguna jalan tersebut akan berpeluang menjadi pelayan rasa laparnya.

Dana pemeliharaan fasilitas seperti perbaikan jalan tadi lantas dialihkan untuk mendukung program perbaikan habitat harimau. Untuk mengembalikan populasi harimau ke kondisi yang sebaik mungkin, cukup panjang jalan mesti ditempuh. Usahanya tidak murah. Langkah pertama TNBT adalah melakukan pemeliharaan satwa mangsa harimau seperti babi, rusa, kambing hutan, kancil, napu, beruang madu, musang dan lainnya. Banyaknya satwa mangsa tadi adalah indikasi peningkatan populasi harimau juga.

DSC_0001Hanya melestarikan harimau Sumatera saja nampak seperti tindakan kecil di dalam TNBT. Tapi keberlangsungan satwa endemik Sumatera ini adalah cermin besar bagi keadaan TNBT. Ketiadaan raja akan merusak harmoni masyarakat hutan. Harimau terikat dengan semua elemen luasan lindung tersebut baik secara langsung maupun tidak.

Di hutan, manusia juga adalah bahagian dari mangsa harimau. Tapi manusia adalah mangsa istimewa. Diyakini harimau hanya akan mendatangi si pelanggar adat. Kedatangannya sulit ditebak. Dan akan selalu menjadi tanda tanya. Misteri ini akan sedikit terungkap jika proyek TNBT ini berhasil. Mari kita lihat kelanjutannya! [Akhmad Junaedi Siregar]

 

(bersambung …)

 

 

 

 

SHARE
Previous articlePetugas Mesjid Sakit Kepala
Next articleJamu Arab

LEAVE A REPLY