Masakan Istimewa dari Biji Karet

0
892

Bk 2Apa yang Anda pikirkan jika mendengar batu (buah) karet? Mungkin Anda akan langsung teringat dengan masa kecil, di mana waktu itu kita menjadikannya menjadi sebuah permainan yang mengasyikkan. Biji yang bercangkang keras itu diadu lalu biji yang pecah adalah yang kalah dalam peraturan permainan. Di samping permainan, biji karet juga adalah makanan yang enak jika pandai mengolahnya dengan keterampilan khusus.

Nursiti Harahap adalah salah satu yang suka mengolah biji karet menjadi makanan istimewa. Ibu tiga anak yang tinggal di Desa Sihopuk Baru Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara Propinsi Sumatera Utara itu memerlukan beberapa tahapan khusus untuk mengolahnya. Pada prinsipnya biji karet tidak banyak diolah menjadi makanan karena mengandung senyawa yang beracun. Pertama Nursiti Harahap memecahkan cangkang kaku dari biji-biji karet yang dikumpulkan dari daerah itu sendiri. Daging biji yang berwarna putih sebesar kelereng dikumpulkan.

Bk 1Lalu daging biji direbus hingga matang. Sesudah rebusan dingin, bijinya dibelah mengikuti belahan biji tanaman dikotil. Calon bakal tanaman yang berada di ujung biji dibuang karena dianggap mengandung racun bagi manusia. Selanjutnya dilakukan perendaman selama dua hari dua malam.

Bk 4
Perkedel biji karet.

Biji-biji tersebut kemudian ditiriskan hingga kadar airnya menyusut. Biji kemudian digiling halus berbarengan dengan bumbu-bumbu yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Bumbu itu adalah bumbu yang penguat rasa lokal seperti cabe, jahe, bawang merah, bawang putih, tomat, garam, dan penyedap jika diperlukan

Bk 3
Pepes biji karet.

Bagian terakhir dari prosesnya tentu saja memasaknya. Setelah biji karet sudah halus, Nursiti Harahap bisa membuatnya menjadi aneka makanan. Kali ini beliau membuatnya menjadi perkedel. Perkedel biji karet akan memberikan rasa yang pastinya berbeda dengan perkedel yang Anda makan biasanya. Selebihnya Nursiti Harahap ternyata menyajikannya juga menjadi pepes bakar buah karet. Wah nikmatnya.

(Eddy Syafri Husein Ritonga)

LEAVE A REPLY