Medan Kembali Jadi Tuan Rumah Eksibisi Teknologi Pengolahan Sawit Terbesar di Asia Tenggara

0
481

[content_block id=2963]tractorUntuk keenam kalinya, ajang pameran teknologi pengolahan sawit terbesar di Asia Tenggara, Palmex Indonesia, digelar di Kota Medan. Pameran yang melibatkan 150 peserta dari 22 negara sebagai vendor alat-alat berat dan ringan dengan berbagai merek produk di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention Centre itu dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI, Panggah Susanto, Rabu 22 Oktober 2014. Pameran ini berlangsung hingga tanggal 24 Oktober 2014.

Sejak enam tahun berturut-turut, Palmex Indonesia 2014 telah menjadi referensi teknologi terbaru bagi para pelaku industri kelapa sawit untuk mengejar capaian efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi, baik di sektor hulu maupun hilir. Pameran ini melibatkan produsen, distributor maupun agensi produk-produk industri teknologi pengolahan sawit yang terdiri dari 70 persen perusahaan nasional dan 30 persen perusahaan asing.

suvenir
Susan Tricia, Direktur Utama PT Fireworks Indonesia (tengah), menyerahkan cindera mata kepada Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprovsu, Sabrina (kedua dari kanan), disaksikan oleh Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI, Panggah Susanto (paling kanan).

“Palmex Indonesia 2014 berhasil mengumpulkan vendor teknologi industri hulu, hilir dan industri pendukung lainnya secara bersamaan di Kota Medan yang juga dikenal sebagai ibukota industri kelapa sawit di Indonesia. Pameran ini bertujuan untuk menampilkan perkembangan terbaru industri kelapa sawit dan menyediakan tempat yang paling lengkap bagi para seller dan purchaser bertemu di satu lokasi,” ungkap Susan Tricia, Direktur Utama PT. Fireworks Indonesia selaku penyelenggara Palmex Indonesia 2014.

Dari perspektif pariwisata, pameran Palmex Indonesia telah menjadi penyumbang angka pengunjung ke Kota Medan, khususnya dari kalangan industri perkebunan yang terdiri dari para engineer, pengusaha perkebunan, dan para supplier alat-alat industri pengolahan kelapa sawit. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah peserta pameran dan pengunjung selalu mengalami grafik peningkatan. Meskipun demikian, jumlah transaksi memang menurun pada tahun 2013 menjadi hanya sekitar US$ 10 juta bila dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 20 juta. Hal itu disebabkan oleh turunnya harga produk sawit dunia yang menyebabkan para pelaku industri kelapa sawit bersikap menunggu. Pada tahun ini, transaksi on the spot pun diperkirakan masih menurun. “Kami menargetkan realisasi transaksi sebesar US$ 5 juta,” kata Susan Tricia.

crowdedPada tahun ini, antusiasme pelaku industri perkebunan untuk menghadiri pameran diperkirakan akan tetap bergairah. Apalagi, Palmex Indonesia 2014 sebagai kalender MICE tahunan di Kota Medan sudah berhasil menanamkan daya tarik kunjungan karena diselenggarakan secara konsisten dan mampu menghadirkan pemain-pemain besar di industri ini, seperti PT. Kogelahar Indonusa yang pada tahun ini memamerkan mesin SKF Vibration Analyzer Microlog. Mesin ini mampu mendeteksi dan mendiagnosa permasalahan yang terjadi pada rotating equipment sehingga operator dapat mengambil tindakan pencegahan atas suatu masalah di mesin secara dini sebelum on-schedule downtime.

Selain PT. Kogelahar Indonusa, sederet perusahaan besar juga menjadi peserta dalam pameran ini, seperti PT. Kawan Lama Sejahtera, PT. Heriwel Bintang Sejahtera, PT. Smart, Tbk, Wilmar Group, PT. Socfin Indonesia, PT. Jebsen & Jessen Technology Indonesia, serta beberapa merek yang diwakilkan, di antaranya Brevini, Karcher, Bosch, WM Welding, Krisbow, Nilfisk, Pepper & Fuchs, Takuma Boiler, Hyundai Heavy Industries, Fuji Electric, LS, LG, GE dan Flowserve.

transaksi“Ini adalah kesempatan yang baik bagi para purchaser dan engineer untuk membeli atau mengganti mesin lama mereka dengan mesin yang baru, meng-update wawasan mereka terhadap teknologi terbaru dan menjadi pertimbangan penting untuk mengambil keputusan mengenai peluang peningkatan kerja dan efisiensi mesin-mesin lama,” papar Susan.

danceAcara pembukaan Palmex Indonesia 2014 ditandai dengan persembahan tari-tarian etnik di Sumatera Utara, serta pemukulan gong sebagai peresmian acara. Bersamaan dengan pameran ini, akan digelar juga Indonesia International Palm Oil Conference (IIPOC) 2014, yaitu konferensi internasional terbesar untuk industri kelapa sawit yang akan menampilkan berbagai pembicara dari dalam dan luar negeri. Konferensi ini akan mengambil tema “Future of the World’s Largest Palm Oil Industry”.

 

(Tikwan Raya Siregar)

 

 

LEAVE A REPLY