Mie Ayam Mas Panjang, Sebelum Terbang…

1
1677
Mie Pol_2
Mie ayam.

Lima bulan lalu, sejumlah orang merasa lebih lega. Setelah puluhan tahun bertahan dengan gerobak dorong yang sempit, kini penjual mie ayam di kawasan Cargo Bandara Polonia Medan itu menempati istana kulinernya yang baru, tidak jauh dari tempatnya mangkal selama ini. Satu hal lagi, sejak masa yang bersamaan, jam bukanya  juga diperpanjang. Bila sebelumnya buka dari pukul 07.00 sampai 12.00 WIB, kini tetap buka sampai pukul tujuh malam. Jadi, para penggemar setia yang berada di kawasan Polonia atau pelanggan yang sengaja berkunjung dari tempat yang jauh, sudah bisa menikmatinya pada sore hingga malam.

Di tempat yang baru ini, pemilik gerobak mie itu bergabung dengan pedagang berbagai jenis makanan dan minuman lainnya. Dengan sebuah spanduk sponsor yang digantung di tepi atap kompleks makanan terbuka itu, dapatlah kita ketahui bahwa nama usahanya telah “diresmikan” sebagai Mie Ayam Mas Panjang. Selama ini orang menyebutnya secara serampangan. Ada yang bilang Mie Polonia, ada yang dengan sebutan “mie ayam yang dekat cargo itu”, dan lain-lain. Pokoknya macam-macam. Si pemilik gerobak sendiri tak punya nama khusus untuk jualannya.

“Orang-orang itu yang memberi nama mie ayam jualan saya ini. Saya pun tak tahu mengapa namanya jadi begitu,” kata Suwarno, seorang perantau asal Wonogiri. Nama “Mas Panjang” adalah julukan baginya. Mungkin nama itu diberikan karena postur tubuhnya yang agak jangkung.

Mie Pol_3
Warung Mie Mas Panjang.

Apa yang membuat Mie Ayam Mas Panjang menjadi buah bibir orang di antara mie ayam lain di Kota Medan? “Susah saya menemukan keunikan mie ayam ini, tapi soal rasa mie ayamnya itu, belum ada tandingannya untuk Kota Medan. Jujur, setiap kali makan di situ, sejak di tempat semula dia jualan, pasti selalu habis. Dan anehnya, porsinya selalu ngepas, tidak kurang tidak lebih,” tutur Salim, seorang profesional yang suka mengajak istrinya menikmati mie ini.

Lalu apa pendapat Suwarno dengan pandangan seperti itu? “Saya juga tidak tahu apa yang berbeda dari mie ayam buatan saya ini. Semua bahannya sama saja. Ada telur rebus, ada ayam, mie, selada, dan lain-lain. Mie-nya juga bukan buatan saya sendiri. Saya membelinya di toko yang sama dengan para pedagang mie lain. Herannya para pelanggan sendiri yang justru menemukan keistimewaannya,” kata Suwarno.

Ia juga mengaku tidak punya hal-hal tertentu yang ia tambahkan pada kuah mie ayamnya sehingga rasanya berbeda. Tapi begitupun, dapatlah kita identifikasi beberapa keistimewaan mie ayam Mas Panjang. Misalnya saja, seporsi mie ayam Mas Panjang selalu disajikan dengan daun selada segar dan mentah dalam jumlah yang lebih banyak. Permukaan mangkok nyaris tertutup semua oleh selada. Kuahnya lembut, dan masih terbuka sekali untuk dimodifikasi dengan penambahan cabai, kecap dan saus, sesuai selera pengunjung.

Mie yang ia pilih bukanlah dari jenis mie yang lengket. Karena itu, teksturnya sangat terasa di lidah, dan bumbu dapat meresap lebih merata (sebagian penjual mie ayam melakukan kesalahan fatal dengan pemilihan mie yang kurang kering). Kualitas mie dari grade yang baik, dipadu dengan kesegaran bahan-bahan lainnya memberikan nilai tambah pada Mie Ayam Mas Panjang. Tapi semua itu sebenarnya bisa saja dilakukan oleh para penjual mie ayam yang lain. Kalaupun ada keajaiban khusus dalam mie Mas Panjang ini, maka itu tak lain adalah pada kuahnya yang mild  dan penyajian porsinya yang tepat.

Mie Pol_1
Pelanggan setia.

Suwarno juga sangat disiplin menjaga standar kualitas jualannya. Hingga saat ini, meskipun ia telah memiliki pelanggan setia yang banyak, namun ia tetap menjadi frontliner di bagian dapur. Dia sendirilah yang meracik mie, dan dia belum bisa mempercayakannya pada yang lain. Jadi, mie ini juga adalah hasil dari suatu dedikasi.

Para pelanggan Mie Ayam Mas Panjang 90% berasal dari luar bandara, dan hanya 10% dari bandara. Sejumlah calon penumpang pesawat yang sudah tahu mie ayam ini sering menyempatkan diri mencicipi mie ayam sebelum terbang. Tentu apabila mereka masih punya waktu. Sebagian memesan dengan cara dibungkus. Menurut Suwarno, pelanggan yang paling setia dari bandara adalah para pramugari Lion Air.

Iswanto, seorang staf general affair perbankan di Medan, mengaku sering  membawa tamu-tamu perusahaannya ke pondok Mie Ayam Mas Panjang. “Dulunya mie ini menjadi semacam tempat sarapan bagi kami apabila harus berangkat terburu-buru ke bandara. Tapi sekarang jam bukanya sudah lebih lama, jadi bisa juga untuk makan siang dan makan malam,” katanya.

Tidak mudah untuk menjelaskan alamat persis mie ayam ini, tapi tidak sulit pula untuk menemukannya. Begitu Anda sudah sampai di jalan masuk menuju jalan masuk kawasan Cargo Bandara Polonia, maka tanyalah seseorang di sana, dan hampir semua orang akan tahu. Pohon-pohon sawit yang dibiarkan tumbuh di lokasi tersebut meneduhi para pengunjung. Angin selalu berhembus dari lapagan terbang yang terbuka. Dan deru pesawat yang landing dan take off menjadi live music yang menghibur pondok makanan ini. Selamat menikmati, selamat mencoba.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY