Moslem Tour di Thailand bareng Wie Travel

0
135

Bagi seorang Muslim, mengunjungi Bangkok memerlukan pengetahuan khusus. Bila tidak, akan timbul kerepotan dalam berbagai hal. Di antaranya adalah masalah makanan, jadwal shalat, arah kiblat, tempat shalat, dan sebagainya. Wie Travel sudah melihat masalah ini cukup lama dan mereka akhirnya memutuskan untuk membuat perjalanan yang nyaman bagi seorang Muslim di Bangkok. Namanya Moslem Tour.

Untuk paket bersifat khusus ini, pemilik Wie Travel di Medan, A Wie, merasa perlu melakukan riset kecil ke berbagai kawasan pemukiman Muslim di Bangkok dan sekitarnya. “Ternyata hasilnya cukup menyenangkan,” katanya.

Dalam perjalanan yang kami ikuti, dia mengunjungi Islamic Centre di Ramkhamhaeng, Bangkok. Sebuah gedung yang cukup besar dengan kawasan yang lebar di kota ini adalah sesuatu yang langka, tapi Bangkok Islamic Centre memiliki kemewahan itu. Saking luasnya, sebagian taman terlihat kurang terawat. Pusat kegiatan keislaman ini memiliki fasilitas pokok mesjid, perpustakaan, ruang belajar dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.

mt-islamic cTidak mudah untuk belajar Islam di kota ini, karena minimnya fasilitas pendidikan. Sekolah umum sudah barang tentu tidak menyediakan pelajaran Islam. Karena itu, masyarakat minoritas Muslim Bangkok harus berjuang secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Di Ramkhamhaeng, sebuah pusat kawasan pemukiman Muslim terbesar di ibukota Thailand, mereka berhasil membangun peradaban Islam.

Nah, apabila peserta tur ingin melakukan shalat Jumat, mereka bisa menjadi jemaah di Mesjid Islamic Centre. Tentu saja bus Wie Travel siap mengantar jemputnya bila bertepatan dengan hari Jumat.

mt-3
Bagian dalam mesjid dan kubah.

mt-mesjidKawasan Islamic Centre dikelilingi oleh rumah-rumah warga Muslim. Salah seorang pengusaha Muslim di sana mendirikan restoran halal, hanya beberapa puluh meter dari Islamic Centre. Di seberang restoran, ia juga baru mendirikan hotel moderen berbintang empat yang rencananya mulai beroperasi November 2015.

Rausak Mulsap adalah pemilik Al Meroz Hotel dan Restoran Shopia, sekaligus merangkap presiden dan CEO-nya. “Kami menyediakan 300 kamar di hotel ini. Dengan fasilitas bintang empat, kami siap menampung para pengunjung, khususnya pasar Muslim yang memerlukan pelaksanakan syariat setiap harinya,” katanya.

Mereka menyebut Al Meroz sebagai “The Leading Halal Hotel” di Bangkok. Kepada kami, Rausak menjelaskan rencana pengembangan bisnisnya di kawasan Jalan Ramkhamhaeng 5, Distrik Suan Luang, yang memang terkenal sebagai kawasan Muslim itu. Selain hotel, ia sedang merancang fasilitas mendukung lainnya seperti shopping centre, lapangan parkir, serta keperluan-keperluan yang seluruhnya bertema Islam. Kawasan yang terintegrasi dengan Islamic Centre dan sekolah-sekolah Islam ini nantinya akan jadi kawasan terpadu bagi keperluan Muslimin di Bangkok.

President dan CEO Al-Meroz Hotel, Rausak Mulsap.
President dan CEO Al-Meroz Hotel, Rausak Mulsap.
Restoran Shopia, hanya menyediakan makanan halal.
Restoran Shopia, hanya menyediakan makanan halal.
Al Meroz Hotel.
Al Meroz Hotel.

Puas dengan Ramkhamhaeng, kami melanjutkan eksplorasi makanan halal di kawasan inti kota. Selain satu dua kedai kaki lima, ternyata di Distrik Pratunam juga terdapat kantong-kantong Muslim yang kecil. Kami berjalan kaki menyusuri Jalan Petchaburi, dan tepat di Lorong 7, ada sebuah perkampungan Muslim, lengkap dengan mesjid kecil di bagian mulut gang. Sejumlah warga lokal berjualan di pinggir gang, dan mereka adalah penduduk Muslim semua. Di sinilah akhirnya kami dapat menikmati sajian makanan asli Thailand dalam versi halal dan amat murah. Di Petchaburi Lorong 7, mereka merupakan orang Thai asli dan telah memeluk Islam selama beberapa generasi.

Mesjid Lorong 7, Jalan Petchaburi.
Mesjid Lorong 7 dan sekitarnya di Jalan Petchaburi.

mt-p-2mt-p-4mt-tomyam

Suasana malam di Lorong 7.
Suasana malam di Lorong 7.

Tapi bukan hanya di kantong-kantong pemukiman Muslim, makanan halal juga secara mengejutkan ditemukan di lokasi kunjungan favorit seperti Asiatique Riverfront, salah satu pintu masuk ke Sungai Chaopraya, kawasan Chanroenkrung. Memang bukan di dalam kawasan Asiatique, tetapi di seberangnya, persis di samping lapangan parkir umum untuk para pengunjung Asiatique.

Panorama sungai di Asiatique pada malam hari.
Panorama sungai di Asiatique pada malam hari.

mt-asiatq-1mt-asiatiq-2mt-asiatq-3mt-asiatiq-4mt-asiatiq-5Rupanya, tidak jauh dari kawasan ini terdapat beberapa lorong pemukiman Muslim yang secara total penduduknya sekitar 3.000 orang. Pada Hari Raya Idul Adha yang lalu, mereka menyembelih empat ekor lembu. Salah seorang warga Muslim ini telah mendirikan food court halal dengan memanfaatkan keramaian di Asiatique, dan ia cukup berhasil. Food court yang berisi aneka makanan lokal dan halal itu tampak selalu penuh, terutama pada jam-jam makan.

Asiatique dalah tempat nongkrong pinggiran sungai. Selain menyediakan tempat belanja dengan barang-barang yang lebih berkelas, tempat ini juga menyajikan hiburan kabaret waria, pelabuhan khusus untuk penelusuran sungai dengan boat, dan aneka restoran. Tempat ini mulai dibuka sejak pukul lima sore hingga pukul 12 tengah malam. Memang, suasana siang tidak begitu bagus di Asiatique. Selain panas, panoramanya tidak berwarna sebagaimana ketika lampu-lampu kota berpendar pada malam hari dan sungai menjadi misteri yang indah karena sebagian tubuhnya tersembunyi.

***

Tapi bagaimana kalau Anda tiba-tiba ingin makan siang di sela-sela kegiatan belanja? Nah, bila Anda sedang berkeliaran di mall dan tiba-tiba lapar, tidak semua mall memiliki restoran halal. Begitupun, ada juga segelintir mall yang menyediakan food court dan di antara stall-nya terselip satu makanan halal. Di Platinum Mall, misalnya, terdapat satu saja stall makanan halal, yang ditandai tulisan ‘halal’ pada etalase.

Stall makanan halal di Platinum Food Court.
Stall makanan halal di Platinum Food Court.

A Wie membawa kami ke food court ini karena banyak sekali pengunjung Indonesia yang senang berbelanja di sana. Lalu ia meminta penilaian kami. Saya katakan, sistem voucher di food court itu cukup merepotkan, rasanya biasa-biasa saja, dan harganya mahal. Dia ketawa. Tapi okelah, kalau Anda tidak ingin terlalu direpotkan dengan urusan makan di sela-sela keseruan berbelanja, food court ini bisa menjadi pilihan makanan halal juga.

Rute halal ini akan terus dikembangkan dan menjadi pendukung bagi Wie Travel yang segera meluncurkan paket Moslem Tour-nya. “Rasanya sudah cukup. Kita sudah siap dengan paket ini. Apalagi, kita bahkan sudah memiliki guide Muslim di sini. Bisa berbahasa Indonesia lagi,” kata Wie sambil melirik ke arah Mey di bangku depan.

Mey mengangguk sambil tertawa. “Siap, Bos!” katanya.

A Wie (duduk) bersama timnya di Kantor Perwakilan A Wie Travel, Bangkok.
A Wie (duduk) dan Mey (paling kiri) bersama tim Wie Travel di Kantor Perwakilan Wie Travel, Bangkok.
Berpose di Asiatique Riverfront.
Berpose di Asiatique Riverfront.

Dari Mey, kami mendengar beberapa hal tentang kehidupan Muslim di Bangkok. Ia sendiri berasal dari selatan, lalu kuliah di Bangkok, jurusan akuntansi. Tapi nasib membawanya menjadi guide ketimbang duduk di belakang meja pada bagian pembukuan di sebuah perusahaan. Orangtuanya di kampung sudah naik haji, dan Mey sendiri berencana naik haji tahun depan. Dia harus menabung disiplin untuk rencana itu. Maklum, biaya naik haji di Thailand cukup tinggi. Satu orang harus membayar sekitar Rp 75.000.000, hampir sama dengan ONH plus di Indonesia. Mereka tak punya Dirjen Urusan Haji, sehingga tidak ada yang namanya haji reguler atau haji plus. Semua urusan haji diserahkan pada travel agent yang berebutan kuota haji setiap tahun kepada perwakilan Pemerintah Arab Saudi. Saat ini, warga Muslim Thailand harus menunggu 2 tahun untuk berangkat haji sejak ia membeli paketnya ke travel agent.

Mey tinggal di sebuah rumah yang juga berfungsi sebagai usaha salon yang dijalankan suaminya. Dari rumahnya ke tempat kerja, ia selalu naik boat pagi-pagi agar jangan sampai terlambat meng-handle tamu. Angkutan sungai di Bangkok memang masih berfungsi sangat baik, bahkan menjadi favorit bagi sebagian penduduk yang tinggal di kawasan yang mudah diakses lewat sungai. Selain murah, angkutan sungai juga membebaskan mereka dari kemacetan, dan ini adalah nilai penting bagi warga yang tinggal di kota termacet di dunia.

Dengan rute yang telah kami jalani bersama Wie dan Mey, kini Moslem Tour sudah tersedia bagi Anda. Selamat berkunjung ke Bangkok…Wassalamualaykum.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY