Pangambatan Nursery: Pusat Koleksi Tanaman Dataran Tinggi

0
58

Selain dianugerahi hutan hujan tropis dataran tinggi dengan kekayaan biodiversitas liar yang tinggi, Taman Simalem Resort yang berdiri di atas perbukitan Merek, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, membangun penangkaran tanaman dataran tinggi sebagai display kekayaan flora di kawasan pinggiran Danau Toba tersebut. Selain itu, pusat koleksi tanaman ini juga berfungsi untuk menyuplai keperluan pengembangan taman dan lanskap-lanskap di kawasan resort. Puluhan jenis bunga dan pepohonan dibudidayakan di sini di bawah supervisi ahli botani yang secara khusus melakukan pengawasan dan pengembangan tanaman.

Lokasinya berada di sub kawasan Pangambatan, tidak jauh dari lokasi outbound, atau bersebelahan dengan pusat kesenian tradisional budaya Karo. Bila pusat kesenian tradisional Karo mewakili atraksi budaya masyakat lokal, maka nursery ini dapat dikatakan sebagai perwakilan dari atraksi lingkungan alamnya. Di pusat penangkaran tanaman ini, terdapat koleksi tanaman yang termasuk langka, seperti Taxus sumatrana yang tergolong sangat sulit untuk dibudidayakan dengan rekayasa manusia.

Pernah suatu ketika, pihak pengelola resort ini berniat memberikan sumbangan bibit Taxus kepada pemerintah dan masyarakat agar pohon langka ini bisa menghiasi taman-taman kota dan meningkatkan mutu lingkungan perkotaan, tetapi ternyata usaha untuk melakukan pembibitan tanaman ini tidak semudah dugaan semula.

Dari ratusan bibit generasi pertama yang ditangkarkan dengan teknologi budidaya yang intens, belum ada satu pun di antaranya yang bertahan hidup setelah dipindahkan ke alam liar. Sepertinya Taxus adalah tanaman istimewa yang memilih sendiri di mana ia akan tumbuh dan berkembang sesuai kehendak alam.

Namun untuk puluhan jenis flora, Pangambatan Nursery mampu menjadi supplier berkelanjutan bagi seluruh kawasan resort yang luasnya mencapai 200 hektar. Berbagai jenis bunga dataran tinggi yang elok rupanya didistribusikan ke berbagai lanskap dan sudut di setiap sub resort, dan pengunjung dapat menikmatinya di setiap jalur yang menghubungkan satu sub kawasan ke sub kawasan lain, bahkan di tiap taman dan bangunan yang terdapat di Taman Simalem Resort. “Simalem” dalam Bahasa Karo adalah “cantik”. Nursery ini telah membuat nama itu mencerminkan apa yang terlihat di taman ini, yaitu kecantikan karena panorama Danau Toba dan bunga-bunga yang selalu mekar setiap hari.

Pangambatan Nursery dikelola dalam suatu rumah pembibitan tertutup untuk mengurangi panas matahari langsung dan penguapan yang rentan terhadap bibit tanaman yang masih muda. Sebagian tanaman yang sudah “dewasa” diletakkan di bagian luar. Selanjutnya siap dipindahkan ke alam terbuka.

Dalam satu lokasi nursery ini terdapat fasilitas parkir yang luas, serta pinus-pinus peneduh yang membuat pengunjung tidak memerlukan payung. Menikmati kunjungan ke nursery, tidak dipungut biaya tambahan. Para pengunjung boleh masuk dan melihat-lihat langsung proses pembibitan sebagai sarana edukasi keluarga, terutama untuk anak-anak.

Bila tertarik, Anda juga dapat membeli bibit tanaman yang Anda sukai untuk menghiasi pekarangan rumah Anda. Namun ingat, tanaman dataran tinggi tidak semuanya cocok ditanam di dataran rendah yang lembab. Anda harus bertanya bagaimana cara perlakuan yang baik bagi setiap tanaman tersebut, dan ahli botani siap menjelaskannya.

Selamat menikmati nursery di Taman Simalem Resort.

SHARE
Previous articlePohon yang Selalu “Salah Nama”
Next articlePalmex Indonesia 2017 Kembali Giring Aneka Teknologi Industri Sawit Terkini ke Medan
Menamatkan studi dari STIK Pembangunan Medan, Wirastuti kemudian menekuni kegiatan kepenulisan, baik dalam bidang riset dan praktisi kewartawanan. Ia juga melibatkan diri dalam kegiatan industri pariwisata dan tetap menulis di sela-sela kesibukan bisnis dan ibu rumah tangga. Kesukaannya melakukan perjalanan didorong rasa ingin tahu yang kuat pada kebudayaan dan lingkungan yang berbeda. Wiras menaruh minat pada filsafat dan cara hidup tiap bangsa, dan senang belajar dari kebijaksanaan mereka. Laporan-laporan perjalanan yang ia tulis mencerminkan empatinya pada hal-hal baru yang ditemukannya.

LEAVE A REPLY