Pelemahan Ringgit Dongkrak Kunjungan Wisata Belanja dari Indonesia ke Malaysia

0
133

Badan Statistik Tourism Malaysia mencatat suatu fenomena peningkatan wisata belanja masyarakat Indonesia ke Malaysia pada tahun 2017, dimana pada saat yang sama mata uang negeri tetangga itu mengalami pelemahan. Pelemahan ringgit itu turut memberikan dorongan bagi para pembelanja Indonesia untuk menggunakan keuntungan harga-harga yang lebih murah karena menguatnya kurs rupiah.  Dari seluruh total kunjungan ke Malaysia, tercatat 83,5% di antaranya adalah untuk shopping, diikuti berkeliling kota (sightseeing in cities) dan mengunjungi pulau dan pantai.

Direktur Malaysia Tourism and Promotion Board di Medan, Azhari Haron, mengemukakan fakta-fakta kunjungan mancanegara, khususnya Indonesia, pada kesempatan acara “Santai-Santai Media bersama Director Tourism Malaysia Medan”, Selasa, 20 Desember 2016, di lantai 25 Grand Swiss-belhotel Medan.

Pada kesempatan itu, Haron juga memaparkan bahwa Kuala Lumpur/Selangor menjadi kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan sebanyak (39,7%), diikuti (Sabah 13,6%), Pulau Pinang (12,4%), Melaka (9,2%), dan Sarawak (5,9%).

Shopping Malaysia menjadi sektor yang paling banyak menyumbang pendapatan bagi Malaysia, yakni sebesar 31,4% dari seluruh sektor yang ada. Shopping berhasil meraup pendapatan total sebesar RM 11.730,4 miliar untuk periode Januari-Juni 2016. Khusus dari Indonesia, sektor shopping menyumbang RM 509,3 miliar, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai arrival ke-2 terbesar setelah China untuk tujuan shopping ke Malaysia,” katanya di hadapan puluhan wartawan media cetak, televisi dan blogger yang hadir pada acara itu.

Pariwisata Malaysia telah merekapitulasi jumlah kedatangan turis mancanegara ke Malaysia pada periode Januari-Juni 2016 sebanyak 13.032.775 orang. Jumlah ini meningkat 3,7% dibanding periode yang sama tahun 2015. Kunjungan wisatawan dari Indonesia ke Malaysia naik 4,9% dibandingkan tahun 2015, yaitu 1.378.699 untuk periode Januari-Juni 2016, dengan rata-rata lama menginap 5,8 malam.

Dari jumlah kedatangan turis mancanegara tersebut, Malaysia meraup pendapatan dari sektor pariwisata sebesar RM 37,4 miliar untuk periode Januari-Juni 2016. Jumlah ini meningkat 10,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah kedatangan turis dari Indonesia memberikan pemasukan sebesar RM 4.081,8 miliar dan menjadikan Indonesia berada dalam Top 5 negara dengan expenditure terbesar ke Malaysia.

Kedatangan pengunjung mancanegara ke Malaysia ditopang oleh seating capacities 549.663 per minggu dari seluruh Asia, Australia, Middle East, Eropa, Amerika, Afrika, serta Rusia.

“Untuk wilayah Sumatera saja, sampai saat ini kami mencatat ada sekitar 29.638 seat capacities per minggu dari Medan, Padang, Pekanbaru, Aceh, dan Palembang ke Kuala Lumpur, Penang, dan Malaka. Kami akan tetap menjalin hubungan yang baik dan kerjasama dengan airlines seperti AirAsia, Malindo Air, Sriwijaya, Lions Group, dan Malaysia Airlines. Dan dari kerja sama ini nantinya kami berharap akan ada rute baru (direct flight) ke destinasi-destinasi lain di Malaysia,” ungkap Haron.

Adapun tujuan kedatangan penting lainnya ke Malaysia adalah perobatan atau medical yang berada di urutan ke-6 dalam menyumbang pendapatan Malaysia. Jumlahnya sebesar RM 1.757,7 miliar. Jumlah ini juga meningkat 4,7% dibandingkan tahun 2015. Untuk Indonesia sendiri, medical memberikan pemasukan kepada pariwisata Malaysia sebesar RM 1.687,1 miliar.

Program “Santai-santai Media bersama Director Tourism Malaysia Medan” digagas untuk memberikan informasi terbaru kepada media massa dalam bingkai silaturahim di akhir tahun.

Dalam kesempatan ini, Azhari Haron juga mengambil kesempatan untuk memberikan berbagai rencana strategis mereka di tahun 2017. Di antaranya adalah peningkatan kerjasama yang semakin baik dengan perusahaan airlines, sehingga harga tiket dari Indonesia ke Malaysia akan semakin terjangkau dan menarik. Penerbangan seperti Malindo misalnya telah memancing turis asal Indonesia ke Malaysia dengan promo harga yang sangat menggoda hingga Rp 600.000 per tiket (PP).

Selain itu, Haron juga member kabar bahwa sejumlah proyek fasilitas pariwisata yang mengalami renovasi dan pengembangan selama tahun 2016, akan rampung di tahun 2017, sehingga destinasi dan atraksi wisata di Malaysia akan kian lengkap.

“Kebanyakan pengunjung asal Indonesia menyukai tujuan-tujuan wisata yang mengakomodasi keluarga. Untuk itu, kita sudah menyiapkan sarana-sarana untuk memenuhi tujuan itu. Selain itu, kita juga memperluas destinasi secara menyebar dari Kuala Lumpur ke berbagai kota lain di sekitarnya, dengan konsep KL and beyond,” kata Haron.

Ia mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada media yang sudah mendukung Tourism Malaysia melalui pemberitaan-pemberitaan yang positif mengenai pariwisata Malaysia. “Kami berharap akan banyak turis dari Indonesia dan mancanegara berwisata ke Malaysia, begitu juga sebaliknya jumlah kunjungan wisatawan datang ke Indonesia semakin meningkat, dan kerjasama di bidang pariwisata ini bisa kita tingkatkan dengan lebih baik lagi. Dan kami berharap, media akan selalu menjadi Friends of Malaysia,” ujarnya.

LEAVE A REPLY