Pernikahan Rico dan Airin: “…Dengan Mahar, 8 Dinar Emas, Tunai!”

0
1455

Hari ini Jumat, 12 Rabiul Awal 1439 H. Pada hari ini, seorang yang paling mulia di antara manusia, lahir ke dunia, 14 abad lalu di Mekkah. Rasulullah Muhammad sallahu alayhi wasallam mewariskan banyak sekali sunnah yang menjadi pegangan dan tuntunan bagi umat manusia, terutama kaum Muslimin.

Sepasang pengantin di Medan, Sumatera Utara, telah menunggu hari yang istimewa ini untuk mengucapkan ijab kabul  dan akad pernikahan mereka. Selain istimewa pada pemilihan harinya, pernikahan ini juga istimewa pada pelaksanaannya. Mahar yang dipilih sebagai salah satu syarat sahnya pernikahan adalah dinar, yaitu uang mahar yang sunnahnya hampir hilang selama dua abad, dan kini kembali menjadi kebiasaan dalam pernikahan Muslimin negeri ini sejak koin emasnya dicetak kembali sejak tahun 2001 di Indonesia.

“Saya terima nikahnya Airin Felicia binti Prajogo dengan mahar delapan dinar emas, tunai!” kata Rico Triputra Bayu Waas dengan suara yang lantang dan mantap. Dan semua yang hadir, baik saksi maupun kedua belah keluarga mempelai menghela napas lega seraya menyatakan kedua mempelai telah menerima hak dan kewajiban mereka sebagai suami istri.

Pak Surya Paloh dengan 8 keping dinar emas yang menjadi mahar pernikahan keponakannya di Medan.

Surya Paloh, tokoh politik nasional, yang pagi sekitar pukul 09.45 WIB itu mengenakan stelan jas biru gelap, dan mengenakan peci hitam, tampak tertawa puas dan bangga dengan kelancaran pembacaan ijab kabul itu. Sambil sesekali mengelus brewoknya yang subur, Surya Paloh duduk dengan sabar sebagai saksi di samping mempelai pria, yang juga adalah keponakannya sendiri dari adik perempuannya. Hari itu ia sengaja hadir menjadi saksi bagi putra iparnya Johnny Waas, seorang pelopor awal kembalinya dinar dan dirham di Sumatera Utara.

Tiga putra Johnny Waas telah dinikahkan dengan mahar dinar dan dirham. Mereka memperoleh keperluan uang sunnah untuk mahar itu dari Susanto, seorang pengelola wakala tempat masyarakat bisa menukarkan uang kertas mereka dengan dinar dan dirham. Dinar adalah koin emas dengan bobot 4,25 gram dan kandungan 92%. Sedangkan dirham adalah koin perak dengan bobot 2,975 gram dan kandungan 99,99%. Keduanya disebut dengan nuqud, yaitu satuan uang emas dan perak yang juga digunakan sebagai satuan ukuran untuk nisab pembayaran zakat mal (harta), dimana Rasulullah sallallahu alayhi wa sallam juga menggunakannya sebagai mahar untuk menikahi istri-istri beliau.

Bertempat di Warung Ijo di Jalan Babura Lama Medan, pernikahan ini disaksikan oleh ratusan keluarga, para sahabat dan tokoh-tokoh masyarakat. Selanjutnya resepsi akan dilakukan di Hotel JW Marriott Medan untuk menjamu undangan dari lapisan masyarakat yang lebih luas. (Tikwan RS)

LEAVE A REPLY