Pulang ke Kotamu…

0
329

Tentu saja, yang remajanya diasuh oleh dasawarsa 80-an, akan segera tahu bahwa kalimat di atas adalah intro sebuah lagu paling romantis dari KLA Project, “Yogyakarta”. Sebuah kota yang konon bikin kangen bagi yang pernah singgah.

Kalau itu benar, maka kami adalah salah satunya. Hari ini, dari Medan, penerbangan langsung ke Yogyakarta diperkirakan menempuh waktu 3 jam. Jarak semakin dekat saja.

Akhir Januari 2018, kota ini masih demam dijejali pendatang. Para mahasiswa sedang libur, sehingga mereka punya banyak kegiatan dilakukan di kota pelajar ini. Malam di Malioboro menjadi puncak keramaian Yogya. Para pendatang bertemu dengan jiwa orang-orang lama dalam interaksi kuliner, suvenir, pertunjukan, belanja, dan sebagainya.

“Musisi jalanan mulai beraksi…”

KLA memberitahu hal-hal terpenting tentang kota ini melalui syairnya yang kuat dan deskriptif. Para pengamen adalah asesoris malam. Mereka memanjakan telinga para pendatang dengan alat musik kumal tapi akrab.

Makanan kampung terhampar di kedai-kedai lesehan. Orang-orang membuka sepatu, menunggu bebek goreng dihidangkan. Lalu mereka makan di antara lalu lalang manusia dan derap kaki delman.

Hujan meminyaki jalan. Bayangan-bayangan lampu toko terpantul di dalam sisa genangan air. Menambah keceriaan.

“Masih seperti dulu…” (Terimakasih, Sultan)

(Yogya, 20 Januari 2018).

LEAVE A REPLY