Srilankan Food Festival Goes to Medan

0
300

chef-1Setelah lebih kurang satu tahun membuka rute Jakarta–Colombo dan Medan–Colombo, akhirnya Mihin Lanka Airlines bekerjasama dengan Kedutaan Besar Srilanka dan sejumlah rekanan lainnya seperti Lanka Sportreizen (LSR), Aston City Hall Hotel & Serviced Recidences, ACS, CAS, JAS dan MAS Sumbiri cukup percaya diri untuk memperkenalkan kuliner lokal Srilanka kepada warga Medan. Festival masakan Srilanka ini berlangsung selama seminggu penuh, mulai 29 Januari hingga 3 Februari 2015 di Grand Aston Hotel Medan. Setiap hari para chef dari Srilanka akan menyajikan aneka menu yang berbeda.

Untuk membawa nuansa Srilanka ke Medan, pihak hotel telah menyiapkan aneka ornamen rangkaian janur kuning dan lilin yang dipasang dalam tembikar-tembikar tanah liat. Tembikar-tembikar tersebut disusun sepanjang anak tangga menuju Spoon Dining Restaurant di lantai 2, sekaligus memandu para pengunjung ke hotspot makanan khas dari negara pulau itu.

Para pelayan restaurant, Kamis malam, 29 Januari 2015, tampil memakai seragam sari dan batik Srilanka. Mereka juga menyiapkan panggung kecil di dalam restaurant. Lima orang musisi asli dari Srilanka didatangkan langsung untuk tampil live membawakan lagu-lagu bernuansa ala film Jodha Akbar.

menu file besarMenu malam pertama ini terdiri dari kari ayam, ketam yang ditumis dengan rempah, iga kambing panggang dengan rempah-rempah ala Srilanka, fish ambul thiyal (kari ikan asam), nasi berbumbu, daging yang ditumis asam, dhal, polos (kari nangka muda), kari sayuran, wambatu moju (acar terong ungu), dan lain-lain. Yang paling khas dari masakan Srilanka adalah pemakaian rempah-rempah yang mungkin mirip dengan India.

Bedanya buat saya, Srilanka lebih moderat dibanding India. Kami amat menikmati wambatu moju alias acar terong ungu. Menu satu ini disajikan dengan nasi dan kari. Wambatu moju merupakan manisan terong atau acar dengan aroma khas.

menu-1menu-2menu-3menu-4menu-5menu-6Terong, yang biasanya memiliki kulit berwarna ungu, berbentuk panjang dan ramping dipotong-potong untuk kemudian digoreng. Proses penggorengan akan memberikan tekstur renyah pada terong dengan bagian dalam yang lembut. Terong yang telah digoreng kemudian ditambahkan karamel dengan satu sendok gula, cuka, bawang merah, cabai hijau, biji mustard, cabai bubuk, dan sedikit bubuk kunyit hingga warnanya berubah kehitaman. Ketika digigit, tekstur wambatu moju cukup lembut dan terasa meleleh di mulut.

Tapi kari ikan dan iga kambing panggangnya juga tidak boleh dilupakan. Rasa gurih daging dan ikan berpadu dengan aneka rempah yang menguar wangi.

Dari dominannya pemakaian rempah-rempah dalam masakan Srilanka, kita jadi mengerti betapa bersemangatnya orang-orang di sana. Mereka orang-orang yang gigih, dan tidak ragu-ragu dalam menentukan sikap. Keberanian itu tercermin langsung dari masakan mereka.

konferensi persSebelumnya, konfrensi pers dan launching Srilankan Food Festival digelar sore 29 Januari 2015 di The Heritage Grand Aston Hotel Medan. Para delegasi dari Srilanka dipimpin langsung oleh Duta Besar Srilanka untuk Indonesia, YM. Anoja Wijeyesekera. Dalam kesempatan tersebut Anoja mengatakan bahwa ini adalah momen yang tepat buat memperkenalkan kuliner Srilanka ke warga Medan. “Orang Medan terkenal suka makan enak, dan di sini banyak pula makanan enak. Srilanka dan Indonesia memiliki hubungan sejarah yang panjang sejak dulu. Kita juga berbagi kode genetik gajah—karena pada abad ke-9 Masehi dulu seorang raja dari Jawa pernah menyumbangkan gajah jantan ke Srilanka, yang kemudian menjadi induk dari gajah-gajah kami saat ini. Dengan mencicipi masakan ini, kami berharap bisa memperkenalkan aneka kekayaan budaya, sejarah, dan alam Srilanka. Makanan adalah salah satu duta yang tepat untuk memperkenalkan siapa kita,” terangnya.

lilinDengan suksesnya Mihin Lanka Airlines menambah frekuensi penerbangan, Jakarta–Colombo, dari 4 kali dalam seminggu menjadi 6 kali dalam seminggu, serta Medan–Colombo yang 2 kali dalam seminggu, maka Pemerintah Srilanka melihat ada prospek yang bagus untuk bisnis pariwisata mereka. “Saat ini Colombo memang menjadi salah satu hub yang penting dan sibuk di kawasan Asia. Kami menghubungkan berbagai destinasi di dunia, mulai dari Asia Tenggara, Asia Tengah, Eropa, China, India, dan lain-lain. Banyak turis datang ke Srilanka untuk menikmati berbagai destinasi menarik di negara kami. Seperti wisata alam, pantai, teh kami yang sangat terkenal di dunia, budaya, sejarah, belanja batu-batu permata kami yang luar biasa seperti saphire dan ruby, dan tentu saja kuliner Srilanka yang unik,” tambahnya lagi.

Ke depan Anoja berharap orang-orang Indonesia yang datang ke Srilanka bukan hanya jemaah umroh yang transit di Colombo saja. Dia menginginkan para pelaku industri wisata di Medan juga aktif mengirim tamu ke Srilanka untuk berlibur. Sebagaimana mereka juga berjanji akan aktif menjual destinasi wisata di Indonesia, baik untuk turis domestik maupun internasional. Apalagi Colombo–Medan bisa ditempuh dalam waktu 3 jam saja. Sehingga akan menjadi paket yang menarik untuk dijual dalam kemasan wisata yang bersifat link destinations—Srilanka and beyond.

Delegasi dari Srilanka juga melihat ada potensi yang besar buat Indonesia untuk mengekspor barang-barang kerajinan ke sana. “Sebelumnya hotel-hotel kami banyak belanja barang-barang kerajinan di Singapura atau Malaysia. Kami pikir barang-barang cantik itu asli buatan kedua negara tersebut, ternyata setelah kami ke Indonesia, kami baru tahu bahwa itu adalah kerajinan asli Indonesia. Akan lebih menguntungkan jika kita bisa berdagang langsung tanpa perantara negara lain,“ tegasnya.

Acara pembukaan Srilankan Food Festival 2015 di Spoon Dining Restaurat Grand Aston Hotel Medan diakhiri dengan makan malam bersama dengan dihadiri sejumlah konsul jenderal negara-negara sahabat dan para pelaku wisata di Medan.

SHARE
Previous articleSrilankan Food Festival Goes to Medan
Next articleSpecial Valentine, JW Marriott Medan
Menamatkan studi dari STIK Pembangunan Medan, Wirastuti kemudian menekuni kegiatan kepenulisan, baik dalam bidang riset dan praktisi kewartawanan. Ia juga melibatkan diri dalam kegiatan industri pariwisata dan tetap menulis di sela-sela kesibukan bisnis dan ibu rumah tangga. Kesukaannya melakukan perjalanan didorong rasa ingin tahu yang kuat pada kebudayaan dan lingkungan yang berbeda. Wiras menaruh minat pada filsafat dan cara hidup tiap bangsa, dan senang belajar dari kebijaksanaan mereka. Laporan-laporan perjalanan yang ia tulis mencerminkan empatinya pada hal-hal baru yang ditemukannya.

LEAVE A REPLY