Sweembath, Cara Mandi Tuan Kebon dari Mata Air Bumi

0
81

Sebagian penduduk lokal menyebutnya “selimbat”, sedangkan beberapa penulis mengejanya dengan “swiimbath”, dan berbagai cara penulisan lain yang unik. Dalam Bahasa Inggris, tentu maksudnya adalah “Swimming Bath”, atau tempat pemandian dan berenang. Di plank resmi objek wisata ini, tertulis “Sweembath”, yang kemungkinan besar berasal dari ejaan Belanda.

Tempat pemandian semacam ini sangat khas di kawasan Simalungun. Dipelopori oleh para tuan kebon di masa kolonial, sejumlah sumber mata air jernih yang telah memukau perhatian mereka di daerah itu, dijadikan sebagai tempat relaksasi dan pemandian. Airnya yang sejuk, bermula dari mata air yang keluar dari ujung akar-akar pohon tropis. Pada masa-masa tertentu, kumpulan mata air itu dibendung agak di bagian hilir, sehingga air tergenang membentuk kolam, dan di sanalah mereka berendam. Untuk membersihkan dan menyegarkannya kembali, bendungan dilepas sehingga kolam menjadi seperti biasa lagi, bening dan bersih.

Salah satu Sweembath yang cukup populer dan terpelihara sampai hari ini adalah yang terletak di Desa Bahapal, Nagori Naga Soppah, Kecamatan Bandar Uluan, Kabupaten Simalungun. Masih termasuk ke dalam areal Kebun Laras milik PTPN IV, saat ini Sweembath yang lebih umum mereka kenal sebagai Kolam Renang Sejuk itu dikelola oleh perkumpulan pemuda warga desa. Pemanfaatannya sudah terbuka untuk umum, dan lokasi ini telah dianggap sebagai salah satu badan usaha desa yang pengelolaannya bekerjasama dengan Kebun Laras.

karpim sweembathPara penduduk desa yang sebagian adalah keluarga pensiunan karyawan PTPN IV mengambil peluang dengan berjualan dan menyewakan jasa/fasilitas wisata. Dari kota terdekat, Serbelawan, diperlukan perjalanan sekitar 25 menit setelah lebih dahulu melewati Emplasemen dan Pabrik Kelapa Sawit Kebun Dolok Ilir milik PTPN IV.

Sweembath di Kebun Laras hanya ramai pada hari Sabtu dan Minggu. Pada hari-hari biasa, kolam dikeringkan dengan membuka pintu bendungan agar kembali siap dipakai dalam kondisi segar pada akhir pekan. Meskipun demikian, pada hari-hari biasa, pemandangan di Sweembath ini tetaplah menarik walau agak lengang. Satu dua kedai tetap buka untuk melayani pengunjung yang datang.

Air yang muncul dari akar-akar pohon terkumpul di bagian hulu yang masih berbentuk hutan, lalu mengalir dalam wujud alur-alur kecil di atas lantai batu alam yang membentuk motif-motif unik. Matahari dipantulkan kembali oleh riak-riak air sehingga kolam kecil itu terlihat bercahaya di perutnya.

Iklim mikro di sekitarnya sangat sejuk meskipun cuaca panas, karena pohon-pohon besar seperti pokok beringin tetap dipertahankan tumbuh menjulang di pinggir kolam. Saat ini, beberapa kolam buatan dengan memanfaatkan sumber air yang sama telah dibangun untuk mengakomodir pengunjung anak-anak dan arena bermain air yang diperuntukkan bagi mereka. Dengan demikian, berkunjung bersama keluarga sangat cocok di sini karena semua dapat beraktivitas di dalam air.

Sebuah jembatan beton kuno dibangun oleh pihak perkebunan untuk menghubungkan dua pinggiran kolam. Jembatan tua berukir lambang PTPN IV Kebun Laras itu menjadi atraksi khusus bagi pengunjung karena nilai historisnya. Sayangnya, penataan warung dan zonasi permainannya kurang terencana sehingga beberapa bagian terlihat tidak serasi dan agak kumuh. Para penduduk memerlukan pemahaman dan penguatan sudut pandang agar tempat ini tetap dapat memancarkan keindahannya kepada para pengunjung.

Untungnya, pengelola sudah menerapkan peraturan tentang batas-batas lokasi yang boleh dijadikan tempat aktivitas. Sebagian zona hulu dibebaskan dari kegiatan berenang agar sumber airnya tetap bersih. Dan hutan tropis kecil yang menjadi sumber air kolam ini dijaga kelestariannya demi keberlanjutan Sweembath sebagai sumber ekonomi sekaligus ikon kebanggaan masyarakat setempat.

Di Simalungun, ada setidaknya dua objek pemandian yang sama gagasannya dengan Sweembath. Beberapa pengusaha lokal yang memiliki sumber mata air jernih juga mulai tertarik untuk mengelola “selimbat-selimbat” baru. Siapa tahu mendatangkan untung?

LEAVE A REPLY