Weekend bersama Kompetisi DNC

0
211

Di Eropa, seorang Ayah terbiasa mengajak anak lelakinya ke stadion sepakbola untuk menikmati musim kompetisi. Acara nonton bersama secara langsung menjadi family time yang asyik di akhir pekan. Di sana mereka bisa berteriak bersama, mengenakan seragam kesebelasan favorit, sambil berbagi cemilan. Bukan hanya soal skor akhir, tapi kesempatan ini ternyata mampu mendekatkan hati keluarga.

Minggu, 4 Pebruari 2018, saya mencoba pengalaman ini bersama anak lelaki saya. Kompetisi Final Aqua DNC (Danone Nations Cup) se-Sumatera bagian Utara sedang berlangsung di Stadion Baharuddin Joesoef Siregar di Lubuk Pakam, Deli Serdang selama 3-4 Pebruari.

Inilah kesempatan kami menentukan tim favorit masing-masing, lalu kami saling meneriaki tim dengan bersemangat. Saya lihat dia mulai berkeringat dan melupakan gadget-nya.

Stadion Baharuddin Joesoef Siregar yang hijau dan rindang di sekelilingnya membuat suasana menonton jadi bersahabat. Di tengah keriuhan sorak sorai penonton lain, kami membahas teknik permainan dan perkiraan kemenangan beberapa tim, seolah-olah kamilah yang paling tahu dan paling jago main bola. Tapi memang asyik. Kami jadi berbicara lebih banyak dan lebih akrab dari biasanya.

Aqua DNC merupakan festival sepak bola tahunan untuk usia dini yang diselenggarakan oleh Danone. Final yang berlangsung dua hari ini diikuti 4 provinsi dari Sumbar, Riau, Kepri dan Sumut sebagai tuan rumah.

“Tahun ini kompetisi Aqua DNC merupakan hajatan terbesar yang pernah diselenggarakan di Sumatera Utara karena melibatkan 48 tim dari 4 provinsi,” kata Muhammad Syahril, Penanggung Jawab Pelaksana Final Regional Sumbagut.

Menurutnya, kompetisi ini juga membuka tabir beberapa tim baru yang kurang diperhitungkan sebelumnya, tapi ternyata bisa lolos ke regional Sumbagut bahkan hingga perdelapan final, seperti SSB Bintang Timur dari Padang Lawas Utara.

Irfan, striker pencetak 2 gol untuk Bintang Timur Padang Lawas Utara, menangis sedih setelah kekalahan timnya di adu penalti memasuki per delapan final.

“Kami berharap DNC ini akan terus membuka kesempatan lebih luas kepada anak Indonesia menampilkan bakat dan potensinya untuk terus berprestasi,” ungkap Syahril.

Selain melihat permainan para junior di lapangan, ajang seperti ini juga menghadirkan para legenda sepakbola dan para pencari bakat. Tidak kurang dari Rudy Kelces, mantan pemain Timnas PSSI, muncul di tribun khusus panitia. Dia ikut memantau jalannya pertandingan dan memuji penyelenggaraan kegiatan ini sebagai ruang yang berharga bagi bakat-bakat di berbagai daerah.

Rudy Kelces (kiri), mantan pemain Timnas PSSI, sedang diwawancarai komentator pertandingan, M. Rusli Harahap (kanan).

“Saya salut pada panitia. Saya senang melihat suasananya tertib sehingga menjadi tontonan yang menarik. Beda dengan di kota lain, penonton pada masuk ke lapangan. Saya meminta agar PSSI juga turun untuk melihat pertandingan yang bagus begini,” kata Rudy Kelces ketika diwawancarai komentator resmi sekaligus master of ceremony DNC, M. Rusli Harahap.

CEO Aqua DNC Indonesia, Muhammad Anugerah, merasa puas karena penyelenggaraan berjalan sukses dan berharap peserta dapat terus menunjukkan prestasinya pada final tingkat nasional nantinya.

Asyik, nonton bareng Ayah!
Kesempatan foto bareng pemain favorit.

Kompetisi DNC regional Sumatera bagian Utara ditutup dengan kemenangan 3-0 Tim Naga Berkisar dari Asahan atas Blue Eagle dari Batam. Secara keseluruhan, final regional di Lubuk Pakam menghasilkan pemenang yaitu, Juara I Naga Berkisar (Asahan), Juara II Blue Eagle (Batam), Juara III Mabar Putra (Medan), dan Juara IV Limkoti (Padang Pariaman). Sedangkan Tim Fair Play berasal dari Bermuda (Bintan).

Juara I dan II akan berkesempatan melanjutkan pertandingan tingkat nasional di Jakarta pada Juli mendatang.

Sebelumnya, final regional juga sudah dilaksanakan di Makassar, Papua, dan Malang.

LEAVE A REPLY